Di korea Utara di lapor kan bahwa lelaki sanggup membunuh anak nya sendiri dan daging nya di masak dan di makan karena kelaparan. lelaki yang tidak di sebut kan identitas nya itu akhir nya di hukum mati oleh pegawai tentara. Dan lebih dari Agen Poker sepuluh ribu orang di laporkan mati setelah bencana kelaparan yang menyerang Provinsi Hwanghae Utara dan Selatan. Kematian ribuan orang ini di percaya akibat meningkat nya kanibalisme atau di sebut orang makan orang.
Cerita yang menakut kan ini muncul setelah penduduk di landa bencana kelaparan sebab pertanian yang menjadi sumber kehidupan mengalami kekeringan, dan kejadian ini menjadi lebih buruk lagi ketika pemerintah menyita sebagian persediaan bahan makanan meereka.
Seorang penduduk kampung yang tidak di sebutkan identitas nya itu mengatakan sudah tujuh bulan terakhir memang sudah ada insiden kanibalisme di kampung nya. Dia menyebut seorang lelaki telah membunuh kedua anak nya yang untuk di makan, dan akhir nya lelaki tersebut di tembak mati oleh pegawai tentara.
Dia menjelaskan lelaki itu membunuh anak pertama nya yang pada saat itu istri nyya sedang tidak ada di rumah, dan kemudian membunuh anak keduanya yang pada saat itu anak kedua nya melihat kejadian pembunuhan saudara nya itu. Dan pada saat istri nya pulang , lelaki tersebut mengatakan bahwa mereka mempunyai daging. Namun istri Agen Domino nya curiga dan langsung menghubungi polisi. Dan ternyata polisi menemukan tubuh kedua anak nya yang sudah terpotong-potong.
Insiden ini bukan pertama kali nya terjadi di Korea Utara. Pada bulan mei tahun lalu, seorang lelaki di hukum mati karena telah membunuh dan memakan tubuh rekan nya sendiri dan kemudia menjual sisa tubuh dan menyebut kan itu adalah daging kambing. Dan dua tahun yang lalu , lelaki juga di hukum mati karena tega membunuh seorang gadis dan menjual daging nya sebagai daging babi.
Beginilah kehidupan warga Korea Utara yang akibat karena kekurangan pasokan bahan makanan dan sampai tega memakan daging manusia, seraaaam ya...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar